Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kebudayaan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Kebudayaan Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Biografi Nabi Muhammad SAW Part III

Sebagai lanjutan dari postingan sebelumnya,,,

E. Masa Remaja Nabi Muhammad SAW
Karena melihat kepandaian Nabi dalam berdagang, Siti Khadijah menginginkan Nabi untuk menjual dagangannya. Dan benar saja, dagangan itu laris semua dan mendapatkan Laba yang tinggi dan mendapatkan pahala karena kejujurannya dalam berdagang. Lambat laun Siti Khadijah pun tertarik dengan Nabi, ia ingin menikahi Nabi. Siti Khadijah adalah seorang janda yang telah ditinggalkan oleh suaminya. Dia sekarang berumur 40 tahun. Nabi pun menyanggupinya. Pada saat itu Nabi berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah berumur 40 tahun. Setelah menikah, Khadijah membawa Nabi berjalan jalan ke pamannya yang merupakan seorang Ahli Kitab. Ahli Kitab yaitu orang yang paham betul tentang kitab-kitab sebelum Al-Qur'an yang masih murni. Saat paman Khadijah bertemu dengan Nabi ia merasa heran dan kaget seperti petir mendengar petir di siang hari. Ia pun berbicara kepada Khadijah untuk berusaha melindungi suaminya itu. Dia pun berjanji jika saja umurnya masih panjang ia akan berbai'at penuh kepada Muhammad, karena paman Khadijah tau bahwa Muhammad lah kelak yang akan menjadi Nabi sekaligus penutup para Nabi sepert yang telah dikabarkan oleh kitab Injil. Mendengar itu Khadijah merasa kaget juga. Namun atas perintah pamannya itulah Khadijah adalah orang yang pertama kali berbai'at penuh kepada Nabi.

F. Mulai Memimpin Umat
Pada suatu ketika Mekkah pernah dilanda banjir, yang mengakibatkan Hajar Aswad terlepas dari Ka'bah. Orang orang quraisy pun bergegas untuk meletakkan kembali batu itu. Namun terjadi perebutan antara Bani Quraisy asli, Bani Nadzir, Bani Abdi Manaf (Keluarga Rasul), dan Bani qudzaifah yang ingin meletakkan batu itu. Masing-masing dari mereka mengklaim ia paling berhak untuk meletakkannya. Namun bani quraisy membuat kesepakatan yaitu orang yang paling berhak untuk meletakkan batu itu adalah orang yang paling baik dan orang yang paling jujur. Mendengar itu Bani Abdi Manaf mengajukan nama Muhammad untuk meletakkannya. Nabi Muhammad pun membuat keputusan yang sangat adil. Ia merentangkan sorbannya, lalu ia meletakkan batu hajar aswad tersebut di tengah-tengah. Beliau meminta untuk masing-masing pemimpin dari Bani tersebut untuk mengangkat dari sudut-sudut kain sorban Nabi. Para pemimpin bani tersebut merasa puas dan takjub melihat keadilan sang calon Nabi yang saat itu berumur 30 tahun.

Begitulah cerita masa muda Muhammad yang belum diangkat menjadi Nabi, kisahnya akan terus dikenang sampai kahir zaman nanti karena kemuliannya.
Demikianlah postingan kali ini. Semoga bermanfaat untuk para pembaca. Sekian, Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jumat, 21 November 2014

Biografi Nabi Muhammad SAW Part II

Sebagai lanjutan postingan kemarin,,,

C. Masa Jahiliyah
Pada saat Nabi Muhammad SAW lahir, beliau lahir dalam kondisi yang ajaib. Beliau tidak menangis dan keluar dari dalam rahim ibunya dalam keadaan sedang sujud. Saat kelahiran sang Nabi, penduduk Quraisy merupakan masyarakat Jahiliyah. Ini dikarenakan masyarakatnya berada dalam kondisi kebodohan. Kebodohan disini bukan berarti bodoh dalam pengetahuan, namun bodoh dalam tindakan. Beberapa kebodohannya yaitu:
-Suka dalam berzina
-Menyembah berhala
-Suka mabuk dan main judi.
-Membunuh bayi perempuan yang lahir dikarenakan orang yang melahirkan bayi perempuan merupakan aib bagi keluarganya. Karena yang dibutuhkan sebenarnya adalah seorang bayi lelaki yang nantinya menjadi seorang Kesatria yang hebat.
-Dan masih banyak lagi.
Karena situasi dan kondisi inilah, pada zaman ini disebut dengan zaman Jahiliyah yang artinya zaman kebodohan.

D. Nabi Muhammad SAW Kecil
Nabi Muhammad SAW terlahir sebagai seorang Yatim setelah ayahnya meninggal pada Nabi dalam kandungan ibunya yang berumur 2 bulan. Setelah beliau lahir, beliau diasuh oleh ibunya namun beliau meminum susu dari seorang wanita Quraisy yang bernama Halimatus Sa'diyah. Ini dikarenakan adat pada waktu itu yang mengatur tentang persusuan bahwa bayi yang lahir tidak boleh disusui oleh ibunya sendiri, namun harus keorang lain. Pada saat Nabi berumur 6 tahun, beliau menjadi anak Yatim Piatu dikarenakan ibu beliau wafat. Akhirnya Muhammad kecil diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthallib. Pada saat ini lah Nabi Muhammad menjadi penggembala kambing milik kakeknya yang artinya dasar kepemimpinan Nabi mulai dibentuk. Saat Nabi berumur 8 tahun, Nabi kembali bersendiri lagi karena meninggalnya kakeknya. Itu membuat Nabi sedih namun karena ia sudah memiliki kesabaran yang tinggi akhirnya ia mengikhlaskan kepergian kakeknya. Adik-adik dari ayah Nabi yaitu Abu Tahlib dan Abu Lahab berebut untuk mengasuh Nabi. Namun akhirnya Abu Thalib lah yang mengasuh Nabi. Pada saat inilah, Abu Thalib membawa Nabi ke Syam untuk berlatih menjual dagangan. Di usianya yang masih kecil yang pada saat itu berumur 12 tahun, sang Nabi sudah menjadi pedagang yang sukses. Ini dikarenakan beliau mendagangkan dagangannya dengan jujur dan melayani dengan baik para pelanggannya. Beliau menyebutkan semua keunggulan dagangannya dan juga menyebutkan apa saja kekurangan dagangannya sehingga, para pelanggannya pun merasa puas dengan pelayanan sang Nabi. Pada saat Nabi berumur 25 tahun, ada seorang pembeli wanita yang melihat kepandaian Nabi dalam berdagang. Dia bernama Siti Khadijah. Ia pun meminta kepada Nabi untuk menjadi penjual barang dagannya. Sang Nabi pun mengiyakannya. Dan benar saja, semua dagannya laris dan mendapatkan pula laba yang tinggi. Sejak itu lah Nabi dikenal sebagai Al-Amin yang artinya dapat dipercaya.

Sekian postingan ini, akan dilanjutkan pada pertemuan yang akan datang.
Baca juga Sejarah Nabi Muhammad SAW yang lainnya.
Sekian dan terima kasih.

Kamis, 20 November 2014

Biografi Nabi Muhammad SAW Part I

A. Lahirnya Nabi Muhammad
Nabi Muhammad SAW berasal keluarga yang terpandang dan juga kaya raya. Beliau adalah anak satu-satunya dari Abdullah dengan Aminah. Beliau lahir pada tahun 537 M di sekitaran Ka'bah dan bertepatan pula dengan peristiwa penyerangan pasukan Gajah untuk menghancurkan Ka'bah dengan dikomandani oleh Raja Abrahah. Maka itulah tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW dinamakan tahun gajah.

B. Penyerangan Pasukan Gajah Untuk Menghancurkan Ka'bah
Di sekeliling kerajaan Abrahah terdapat Gereja yang sangat megah dan diklaim lebih besar dari pada Ka'bah. Namun orang Quraisy tidak menyetujuinya. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa, pasalnya Kerajaan Abrahah lebih besar dari pada lingkungan Makkah dan pasukannya bisa sewaktu-waktu dapat memusnahkan penduduk Makkah. Suatu hari ada orang yang berani untuk menguji ketangguhan kerajaan Abrahah. Orang itu masuk ke kerajaan itu dan buang air didalam Gereja itu. Setelah buang air secara diam-diam, orang itu pergi dan meninggalkan surat yang berisi ejekan kepada Kerajaan Abrahah dengan Gerejanya yang lebih jelek dari pada Ka'bah. Raja Abrahah yang mengetahui itu sangat marah dan segera membentuk 1.000 pasukan gajah 1.000 pasukan berkuda dan 1.000 tentara untuk menghancurkan Ka'bah. Namun Allah SWT, Tuhan pelindung Ka'bah tidak akan membiarkan peristiwa itu terjadi. Gajah yang paling besar mendadak tidak mau berjalan karena diperintahkan oleh Allah. Abrahah pun menjadi kebingungan dan memaksa gajah itu untuk berjalan. Akhirnya gajah itu pun berjalan ke Makkah untuk menghancurkan Ka'bah. Orang-orang Quraisy merasa keheranan bahwa mereka menganggap tidak ada masalah dengan Raja Abrahah. Semua orang Quraisy pun masuk rumah dan mengunci rapat-rapat. Sementara itu di Ka'bah lahirlah seorang bayi yang kelak menjadi Nabi akhir zaman, Nabi yang paling sabar, dan Nabi yang membawa perubahan besar di dunia dan dia bernama Muhammad. Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang mengirimkan bala bantuan untuk melindungi Ka'bah. Allah mengirimkan pasukan burung Hud-Hud yang sangat banyak dan mencengkram sebuah batu berapi yang apinya diambil dari api neraka dan melemparkannya ke pasukan Abrahah. Alhasil, pasukan Abrahah semuanya mati dan Raja Abrahah pun ikut mati. Dan momentum itu diabadikan oleh Allah dalam surat Al-Fiil.

Postingan akan dilanjutkan untuk pertemuan yang akan datang,,
Baca juga Air Kelapa Muda dapat menggantikan Bensin.
Sekian, terima kasih.